PENGEMBANGAN BIOGAS TIPE FIX DOME & PENGOLAHAN BIO-SLURRY MENJADI PUPUK PADA KELOMPOK TERNAK SEPAKAT MAKMUR BERSAMA

PENGEMBANGAN BIOGAS TIPE FIX DOME & PENGOLAHAN BIO-SLURRY MENJADI PUPUK PADA KELOMPOK TERNAK SEPAKAT MAKMUR BERSAMA

Foto bersama Dosen ITERA, Mahasiswa, dan Kelompok Ternak Sepakat Bersama pada kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Sumber: Dokumen Pribadi)

 

Biogas merupakan gas yang mudah terbakar berasal dari kotoran hewan ternak yang divakumkan. Biogas bermanfaat untuk keperluan memasak dan kehidupan sehari-hari. Salah satu limbah sisa pengolahan biogas berupa ampas biogas (Bio-Slurry). Bio-slurry dapat digunakan sebagai pupuk organik bagi tanaman. Pupuk organik dapat memperbaiki sifat biologi, fisik, dan kimia dari tanah. Penggunaan pupuk organik dari tahun ke tahun mempunyai peluang yang besar. Hal ini dikarenakan semakin mahalnya pupuk kimia akibat pengurangan subsidi pupuk oleh pemerintah, penggunaan pupuk kimia dapat mengurangi tingkat kesuburan tanah, adanya usaha pertanian organik yang lagi marak akhir-akhir ini, dan tingginya tingkat kesadaran para petani terhadap residu pupuk kimia. Oleh karena itu saat ini proses pembuatan dan penggunaan pupuk organik semakin marak dilakukan oleh para petani Bentuk dari pupuk organik dapat berupa padat atau cair yang mempunyai fungsi sebagai supplier bahan organik.

 

Berdasarkan hasil wawancara, survei dan diskusi bersama kelompok maka dapat disimpulkan bahwa yang sangat dibutuhkan oleh kelompok tersebut yakni pemanfaatan bioslurry untuk pupuk guna meningkatkan produktivitas kegiatan sehari-hari. Oleh sebab itu sangat dibutuhkan sekali adanya terobosan dari kita bersama khususnya sebagai akademisi untuk membantu pernyelesaian permasalahan yang ada, sehingga kelompok ini dapat jauh lebih produktif dan diharapkan dapat membantu mendukung terwujudnya Sustainability Develompoment Goals (SDGs) di Indonesia.

Kegiatan ini telah dilakukan pada tanggal 10 Juli 2023 yang dihadiri oleh anggota Kelompok Ternak Sepakat Makmur Bersama, dosen ITERA dan mahasiswa yang terlibat pada program hibah PkM Biogas.

Harapannya agar anggota Kelompok Ternak Sepakat Makmur Bersama dapat mengoptimalkan potensi limbah kotoran ternak mereka untuk menghasilkan biogas sebagai sumber energi yang berkelanjutan. Setelah anggota kelompok ternak sepakat bersama berkumpul di Sanjaya Farm yamg merupakan salah satu anggota dari Kelompok Ternak Sepakat Makmur Bersama kemudian kegiatan sosialisasi ini buka langsung oleh Bapak Vicky selaku owner Sanjaya Farm. Beliau sangat apresiasi dengan kedatangan dari dosen ITERA dan mahasiswa untuk memberikan pemahaman terkait Biogas dan pentingnya pengelolaan limbah kotoran sehingga lebih ramah terhadap lingkungan.

Tim ITERA, Ibu Lathifa Putri Afisna S.Pd.,M.Eng mulai memberikan pemahaman tentang materi BIOGAS kemudian dilanjutkan oleh bapak Achmad Gus Fahmi memaparkan materi pembuatan biogas, proses pengolahan kotoran ternak menghasilakan biogas serta aplikasi biogas dalam kehidupan sehari-hari seperti keperluan memasak ataupun sampai pemanfaatan sebagai sumber listrik.

Dosen ITERA sedang melakukan sosialisasi pemaparan tentang teknologi Biogas. (Sumber: Dokumen Pribadi)

 

Program Sosialisasi ini diharapkan mampu mengajak masyarakat terutama yang mengelola peternakan untuk melakukan pengolahan limbah sisa sebelum dibuang ke lingkungan, serta mengetahui manfaat yang bisa diperoleh dari pengolahan limbah untuk kehidupan sehari-hari. Program ini juga sejalan dengan peran ITERA yang senantiasa berusaha untuk mengaplikasikan ilmu dan teknologi kepada masyarakat, terutama melalui Program Penelitian dan PkM. Dengan demikian, melalui program seperti ini diharapkan ITERA dapat membantu masyarakat secara umum dan CV Sanjaya dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *